About Me

Foto Saya
Itaku801
Selamat.... datang :D Niatnya mau ngomong selamat pagi/siang/sore atau malam, tapi berhubung setiap orang yang berkunjung tidak memiliki pattern khusus dalam konteks waktu, saya ucapkan Selamat Datang ^_^ Blog saya terdiri dari 3 blog yang sama-sama diisi untuk menghabiskan waktu luang... -シンカスガ -Shin Kasuga -Awan Ungu Jika anda penasaran tentang BLOG seperti apa Awan Ungu ini, sedikit omongan.. ini blog tentang pikiran Itak selaku writter.. Penting? jawabnya [Nggak]. Kalo gak baca rugi? jawabnya juga [Nggak]... Trus gunanya apa dong?? hmmm.. apa ya.. share cerita... :D yah begitulah kawan-kawan, ini adalah blog iseng saya..
Lihat profil lengkapku

ChatBOX

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Pribadi yang isinya seputar Hobby Shin,...

Blogger templates

Facebook : Shin no Da
Twitter : @Shinkasuga
If you have some question, mail me on 'sh117masa@gmail.com' ^_^


Senin, 23 Juli 2012

Bullying

DEFINISI BULLYING, KATEGORI DAN KARAKTERISTIKNYA


Ita Mustikasari, 121013003, Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya
Abstrak
Bullying merupakan fenomena yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada bedanya dengan di Jepang, di Amerika-pun bullying kerap terjadi pada lingkungan pendidikan. Di Jepang, hampir semua orang tahu apa itu bullying, karena kasus bullying telah banyak terjadi di Jepang. Kategori maupun peyebabnya beragam, tergantung pada psykologis anak dan lingkungan dimana anak tersebut tinggal. Bullying tidak sama dengan kenakalan remaja pada umumnya. Bullying lebih mengarah pada kriminalitas. Korban maupun pelaku bullying menanggung beban psikologis yang berbeda. Banyak penelitian dilakukan dan prosentase hasilnya menjurus pada lingkungan sekolah, baik Sekolah Dasar, Menegah Pertama maupun Menengah Atas. Kebanyakan korban bullying adalah orang yang lemah. Pelecehan seksual misalnya, eksibisionisme yang dilakukan berulang-ulang, voyeurisme, masalah seksualitas, dan seksualitas yang melibatkan kontak fisik, tetapi hal itu terjadi karena tekanan dari satu pihak saja merupakan sala satu tindakan yang digolongkan dalam penyebab bullying. Dalam kasus apapun, pelaku bullying ataupun korban bullying umumnya berada pada tingkatan yang sama dalam lingkungan pendidikan dan jenis penindasan yang terjadi umunya beragam.
Key words : Bullying, victims, causes, psychology, bully

Pendahuluan

Orang yang tak bisa mengontrol diri, sering melakukan kekerasan atau bullying saat anak-anak atau pada masa remajanya yang dilampiaskan pada orang-orang di sekitarnya. Berbeda dengan kenakalan remaja pada umumnya bullying dapat dikategorikan sebagai tindakan kriminalitas. Di Jepang, aksi bullying yang dilakukan oleh remaja tidak hanya terbatas pada kalangan SD, SMP ataupun tinggkat SMA saja, bahkan pada tingkat Universitas-pun bullying sering terjadi.  Aksi bullying tidak hanya terjadi di sekolah. Dalam sebuah keluarga aksi bullying juga kerap dilakukan anak terhadap saudara-saudaranya. Anak muda zaman sekarang cenderung melakukan bullying agar merasa dirinya kuat, ataupun sekedar menambah eksistensi anak tersebut. Biasanya, pelaku bullying adalah sebuah kelompok di satu sekolah. Sasaran mereka adalah adik kelas, ataupun orang yang memiliki kelemahan fisik dan atau mental, bahkan kakak kelas. Namun bullying pada kakak kelas jarang sekali terjadi.
Artikel ini membahas tentang definisi, ciri dan seperti apa karakteristik dari pelaku dan korban bullying menurut pendapat para ahli dalam bidangnya. Lebih memfokuskan pada pendapat dari bidang kemasyarakatan dan tesis serta beberapa penalaran umum.


Pembahasan

Definisi

Bullying dapat terjadi dimana saja. Tetapi menurut survei, bullying kerap terjadi dilingkungan sekolah, umunya dikalangan teman sekolah. Biasanya bullying tidak hanya dialami oleh sekelompok anak dilingkungan tertentu saja. Di Amerika Serikat, bullying di kalangan anak dan remaja sering dianggap sebagai suatu yang normal dan merupakan bagian dari tahap anak untuk tumbuh dewasa. Hal itu terjadi karena beberapa orang menilai bahwa bullying merupakan kenakalan anak-anak yang masih dalam tahap normal. Tapi, dalam beberapa tahun terakhir, siswa dan orang tua di seluruh negeri telah mulai membuat komitmen untuk menghentikan aksi bullying di sekolah dan dimasyarakat. Bullying juga bisa menjadi masalah serius jika tidak diatasi secara dini.
Jika diartikan, bully berarti tindakan mengancam atau mengintimidasi seseorang baik itu lewat kata-kata, bahkan hingga kekerasan secara fisik. Mengucilkan seseorang juga termasuk salah satu bentuk bulying. Sangat mudah melihat ciri-ciri korban bully pada anak usia awal sekolah dasar. Karena pada masa ini adalah masa awal dimana seorang anak akan memasuki babak baru dalam hidupnya, dan terjun ke masyarakat yang lebih kompleks.
National Youth Violance Prevention (2002) mendriskripsikan bahwa:
Bullying includes a wide variety of behaviors, but all involve a person or a group repeatedly trying to  arm someone who is weaker or more vulnerable. It can involve direct attacks (such as hitting, threatening or intimidating, maliciously teasing and taunting, name-calling, making sexual remarks, and stealing or damaging belongings) or more subtle, indirect attacks (such as spreading rumors or encouraging others to reject or exclude someone).
Sedangkan The Departement of Education’s Preventing and Takling Bullying guidance (2011), mendefinisikan bullying sebagai “Behaviour by an individual or group, repeted over time, that intentionally hurt another individual or group either physically or emotionally”.
Kemudian Rena Sampson (2002:2) mengemukakan “Bullying mempunyai dua kata kunci, yaitu repeated harmful acts dan  imbalance of power”. Kemudian Rena juga menegaskan bahwa, “It involves repeated physical, verbal or psychological attacks or intimidation directed against a victim who cannot properly defend him or herself because of size or strength, or because the victim is outnumbered or less psychologically resilient”.
Dari pendapat tersebut, dapat kita ketahui bahwa bullying tidak hanya dilakukan secara tidak sengaja atau dalam kondisi bawah sadar. Biasanya pelaku bullying melakukan penindasan terhadap korban karena memang pada dasarnya ada keinginan untuk melakukan hal tersebut atau pelaku penindasan dalam kondisi psyikologisnya mengalami gangguan kejiwaan. Beberapa bentuk perilaku bullying yang dicantumkan dalam sumber yang sama, mengatakan bahwa bullying memiliki banyak bentuk atau variasi dalam pelaksanaannya.
Kategori Bullying
Menurut Rena (dalam Problem-Oriented Guides for Police Series No.12), Perilaku yang dikategorikan sebagai tindakan penggencetan antara lain:
·         Pelecehan seksual (misalnya, eksibisionisme yang dilakukan berulang-ulang, voyeurisme, sexual propositioning, dan seksualitas yang melibatkan kontak fisik, tetapi tekanan dari salah satu pihak)
·         Pengucilan berdasarkan orientasi gender atau seksual.
·         Perpeloncoan (misalnya, tingkat SMA memaksakan ritual inisiasi menyakitkan dan  mempermalukan rekan tim baru atau mahasiswa baru mereka)
Sedangkan menurut Peny Roper (dalam “ A guide to dealing with bullying : for parents of disable childrenContact Familly), bentuk tindakan yang dapat digolongkan sebagai tindakan penggencetan atau bullying antara lain:
·         Tindakan secara verbal, seperti menyebut nama atau memberi nama julukan yang bersifat menghina atau menggoda.
·          Tindakan secara fisik, seperti mendorong, memukul, menendang, merusak barang-barang.
·          Tindakan secara tidak langsung, seperti menyebarkan cerita mesum, pengucilan dari kelompok persahabatan, membuat rumor atau gosip.
·          Tindakan secara cyberbullying, seperti intimidasi dengan pesan teks, menelfon melalui ponsel, e-mail, forum chatting, website dan instant messaging.
Dalam A guide to dealing with bullying : for parents of disable children, anak-anak juga bisa mengalami bentuk bullying seperti:
·         Manipulatif intimidasi, di mana seseorang mengendalikan seseorang
·         Persahabatan bersyarat, di mana seorang anak berpikir seseorang menjadi teman mereka tetapi saat diselingi dengan keramahan yang kerap kali ada unsur bullying didalamnya.
·         Eksploitatif intimidasi,  di mana fitur dari kondisi anak digunakan untuk menggertak mereka.


Karakteristik                                          

Umumnya yang paling lemah yang menjadi korban, tetapi pada kasus bullying kriterianya bermacam-macam. Tidak hanya terfokus pada lemah secara fisik, tapi lemah psikologi-pun tidak menutup kemungkinan seseorang dapat menjadi bahan atau korban bullying.

Dalam American Medical Association, Karakteristik umum "passive victims" adalah korban cenderung berhati-hati, sensitif, umumnya mereka adalah anak-anak yang merasa tidak percaya diri atau tidak merasa aman ketika bergaul dengan teman seangkatan (Olweus, 1993a). Mereka sering sangat terisolasi secara sosial (Nansel et al, 2001;. Olweus, 1993a) dan merasa kesepian (Nansel et al., 2001). Anak laki-laki yang diganggu sering secara fisik lebih lemah dari rekan-rekan mereka (Olweus, 1993a).
Sedangkan menurut Rena:
·         Kebanyakan korbannya adalah siswa di kelas yang sama atau tahun yang sama, meskipun 30% korban melaporkan bahwa pelaku bullying itu lebih tua, dan sekitar 10% melaporkan bahwa korban ​​bullyinf adalah adalah anak-anak yang lebih muda.
·         Tidak diketahui sejauh mana fisik, mental, cara pandang, warna kulit, bahasa, tinggi, berat badan, postur, dan busana memainkan peran dalam seleksi korban. Satu penelitian besar menemukan satu-satunya karakteristik eksternal... terkait dengan korban adalah bahwa korban cenderung lebih kecil dan lebih lemah dari rekan-rekan mereka
Menurut Ubaydillah, AN (2008: alinea 9) dari penjelasan sejumlah pakar tentang korban bullying, umumnya para korban memiliki ciri-ciri  "ter", misalnya: terkecil, terbodoh, terpintar, tercantik, terkaya, dan seterusnya.  Di bukunya Barbara Colorosa (The bully, The bullied, dan The bystander: 2004), ciri-ciri yang terkait dengan korban itu antara lain:
o   Anak baru di lingkungan itu.
o   Anak termuda atau paling kecil di sekolah.
o   Anak yang pernah mengalami trauma sehingga sering menghindar karena rasa takut
o   Anak penurut karena cemas, kurang percaya diri, atau anak yang melakukan sesuatu karena takut dibenci atau ingin menyenangkan 
o   Anak yang perilakunya dianggap mengganggu orang lain.
o   Anak yang tidak mau berkelahi atau suka mengalah
o   Anak yang pemalu, menyembunyikan perasaannya, pendiam atau tidak mau menarik perhatian orang lain
o   Anak yang paling miskin atau paling kaya.
o   Anak yang ras atau etnisnya dipandang rendah 
o   Anak yang orientasi gender atau seksualnya dipandang rendah 
o   Anak yang agamanya dipandang rendah
o   Anak yang cerdas, berbakat, memiliki kelebihan atau beda dari yang lain 
o   Anak yang merdeka atau liberal, tidak memedulikan status sosial, dan tidak berkompromi dengan norma-norma.
o   Anak yang siap mendemontrasikan emosinya setiap waktu.
o   Anak yang gemuk atau kurus, pendek atau jangkung.
o   Anak yang memakai kawat gigi atau kacamata.
o   Anak yang berjerawat atau memiliki masalah kondisi kulit lainnya.
o   Anak yang memiliki kecacatan fisik atau keterbelakangan mental
o   Anak yang berada di tempat yang keliru pada saat yang salah (bernasib buruk)
 Sedangkan untuk para pelaku, mereka umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
ü  Suka mendominasi anak lain.
ü  Suka memanfaatkan anak lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
ü  Sulit melihat situasi dari titik pandang anak lain.
ü  Hanya peduli pada keinginan dan kesenangannya sendiri, dan tak mau peduli dengan  perasaan anak lain.
ü  Cenderung melukai anak lain ketika orangtua atau orang dewasa lainnya tidak ada di sekitar mereka.
ü  Memandang saudara-saudara atau rekan-rekan yang lebih lemah sebagai sasaran.
ü  Tidak mau bertanggung jawab atas tindakannya.
ü  Tidak memiliki pandangan terhadap masa depan atau masa bodoh terhadap akibat dari perbuatannya.
ü Haus perhatian


Kesimpulan

Bullying tidak sama dengan kenakalan normal yang dilakukan anak-anak atau remaja pada umumnya. Bullying umunya dilakukan dengan sadar ataupun tanpa sadar dan tindakan bullying juga merugikan banyak pihak, baik dalam materi maupun psykologis. Karena bullying merupakan tindakan yang berdasar psikologi tiap-tiap individu, karakteristiknya pun beragam. Korban bullying umumnya orang lemah, baik dalam psikologi maupun fisik. Karena bullying adalah tindakan menyakiti dan melukai psikologi maupun fisik, beberapa pakar menggolongkan tindakan bullying sebagai suatu tindak kriminal.
separador

0 komentar:

Posting Komentar

徴収一

徴収一
カズキヨネ先生

徴収二

徴収二
Armen Noir

徴収三

徴収三
カズキヨネ先生

Followers

お客ーさま